Rabu, 15 Agustus 2012

Jakarta - Apakah menggunakan open source (Linux) berarti lebih aman dari virus ketimbang proprietary (Windows) yang sudah begitu populer?

Jawaban : [Vaksincom]

Saat ini, pengguna Linux lebih aman daripada pengguna Windows karena virus di Windows jauh lebih banyak daripada virus Linux yang masih sangat sedikit.

Tetapi kalau boleh kami memberikan sedikit gambaran mengeai prinsip dasar sekuriti. Pada dasarnya semua software buatan manusia itu membawa sifat penciptanya (manusia) yaitu TIDAK SEMPURNA dan selalu memiliki kelmahan, ini yang disebut celah keamanan (vulnerability) dan celah keanaman ini yang akan dapat dimanfaatkan oleh kode jahat untuk mengekploitasi OS.

Sampai hari ini tidak ada satupun OS yang tidak memiliki celah keamanan dan setiap hari selalu ditemukan celah keamanan baru, jadi sebenarnya statement yang lebih tepat menggambarkan masalah ini adalah 'pertanyaannya bukanlah aplikasi yang aman dari virus teteapi apakah para kriminal termotivasi untuk mengekploitasi aplikasi tersebut'.

Sebaga referensi, kamu bisa melihat 3 link dibawah ini :

1. Mac yang pada awalnya tidak mendapatkan serangan virus, namun karena popularitas mencapai jumlah pengguna yang signifikan sehingga menyebabkan pembuat virus mulai mengincaar Mac dan Apple mau tidak mau mencabut klaimnya bahwa Mac tidak bisa terinfeksi virus PC. Do Macs Get Viruses? Appple Removes Boast That OS X 'Doesnt't Get PC Viruses'

2. Selain tentang virus Flashback yang menginfeksi 10% populasi Mac dan OS Android yang notabene merupakan OS Open Source malah mengalami perkembangan malware (malicious softwar) jahat 300%, jauh lebih tinggi dari malware Windows. Meski secara jumlah masih jauh lebih sedikit dari malware Windows. Q2 2012: Flashback infects 10% of Macs, Android malware up 300%

3. Artikel tentang mitos bahwa linux kebal terhadap virus. Myth Busting: Is Linux Immune to Viruses?

0 komentar:

My Art

Diberdayakan oleh Blogger.

FOLLOW US

TKJ Next Generation © 2013 Supported by Bayzster Templates and Bayzster Art